Sabtu, 13 Maret 2010

TULISAN UMUM BAHASA INDONESIA 2(Tentang Orang Terkaya di Dunia)

Tentang Orang Terkaya di Dunia

Kita mengenal bangsa yang menganut falsafah bahwa
menjadi kaya itu kebijakan. Itu karena dengan kekayaan
seseorang bisa makin berarti.
Ia bisa menolong lebih banyak orang, bisa berbuat banyak bagi kemaslahatan masyarakat. Oleh karena itu, menjadi kaya menjadi bagian dari misi kehidupan.
Salah satu contoh orang kaya-bukan mahakaya-yang mentransformasikan kekayaan untuk amal adalah Bill Gates, pendiri Microsoft. Melalui yayasan yang mengambil namanya dan istrinya, Melinda,kini ia banyak memelopori upaya penanggulangan penyakit dan kemiskinan.
Forbes, dalam pengumuman daftar orang paling kaya di dunia 2010, menyebutkan, Bill Gates dikalahkan pengusaha asal Meksiko, Carlos Slim Helu. Kekayaan Gates 53 Miliar dollar AS, sedangkan Slim Helu 53,5 miliar dollar AS! Luar biasa memang membayangkan bagaimana di tangan satu orang bisa terakumulasi kekayaan sebesar itu, yang dalam rupiah menderkati 500 triliun! itu artinya, hampir separuh APBN Indonesia pada tahun 2009, atau hampir 10 persen PDB kita tahun 2009, itu artinya keluaran seluruh potensi dalam negri republik ini hanya 10 kali aset Slim Helu.
Dari Forbes kita juga menyimak bahwa kekayaan Slim Helu yang membuatnya mengungguli Gates itu datang dari melonjaknya harga saham sejumlah perusahaan telekomunikasi, khususnya dari raksasa seluler Amerikca Movil.
Seperti banyak diwacanakan pada tahun-tahun terakhir, kekayaan semakin pontensial muncul dari perusahaan ICT (information-communication technology, atau TIK). Bill Gates meski di nomer dua, juga membukukan tambahan kekayaan baru senialai 13 miliar dollar AS karena saham Microsoft naik 50 persen dalam 12 bulan terakhir.
Selain di sektor ICT yang harus berkembang, orang-orang terkaya di dunia juga mempunyai penciuman tajam dalam berinvestasi sehingga pilihannya-meski dilakukan pada saat krisis yang membingungkan pada tahun 2008 dan 2009-menghasilkan nuah spektakuler, Warren Buffett, orang terkaya nomor 3, contoh paling hebat.
Masih ada peluang bagi pengusaha minyak dan sumber daya alam lain untuk menyodok ke atas, khususnya manakala harga minyak mendadak melambung. Namun, dewasa ini, peluang besar memang muncul dari industri pengetahuan yang banyak mewujud pada ICT. Meminjam tesis The World is Flat Thomas Friedman, terbuka peluang setara bagi semua jago ICT di dunia. Kuncinya, segera menutup "kesenjangan digital" dan mempercepat pengembangan masyarakat berbasis pengetahuan.
Kita juga tidak melupakan petuah pakar manajemen Peter Drucker (dalam Management Challenges for the 21st Century); aset paling berharga bagi perusahaan pada abad ke-21 adalah pengetahuan dan pekerja terdidik.
Syukurilah bila ada orang Indonesia yang masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia. Kita berharap sumber kekayaan tersebut berasal dari ekonomi baru berbasis pengetahuan, dan bukan dari sumber-sumber yang merusak alam ataupun kesehatan masyarakat.
SUMBER : KOMPAS, 13 Maret 2010.

0 komentar:

Poskan Komentar